Karena MLM identik dengan bisnis yang dapat digambarkan dengan skema pohon keluarga, banyak orang terjebak dengan money game, dimana skema yang digunakan sama. Lalu apa yang dapat membedakan keduanya?
Syarat utama sebuah perusahaan dapat dikategorikan MLM adalah adanya produk atau barang yang dijual. Namun bukan sembarang produk dapat dijual dengan sistem MLM. Produk yang dijual harus memiliki margin atau keuntungan di kisaran 50% dari harga jualnya. Semisal produk toples, di pasaran dijual dgn harga kisaran Rp 20.000,- , namun harga jual dari perusahaan multilevel kisaran Rp 100.000,- . Mungkin selisih harga tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dengan jumlah produksi yang terbatas dan tentunya untuk bonus para anggotanya.
Sedangkan ciri-ciri money game, mereka tidak mempunyai produk pasti yang dijual atau produknya tidak memungkinkan untuk dipasarkan dengan target keuntungan 50% dari harga jual. Terkadang ada money game yang mempunyai produk yang dijual, namun yang menjadikan mereka tetap sebuah money game adalah bonus yang diberikan HANYA berdasarkan rekrutmen anggota baru.
Lalu bagaimana dengan usaha pulsa yang meng-klaim dirinya menggunakan MLM? Mereka sebetulnya menggunakan sistem member get member, anggota lama mencari anggota baru, dan anggota lama mendapat bonus sebesar x rupiah atas penjualan anggota baru yang direkrutnya. Ini menurut saya merupakan sistem perdagangan tradisional, dimana mata rantai distribusinya ditransformasikan seperti skema MLM.
Sedangkan MLM di dunia maya yang menawarkan fasilitas seperti blogger, apa memenuhi kriteria MLM? Ya, karena ada barang yang dijual, yaitu domain dan hosting. Serta ada software atau jasa yang memudahkan orang awam yang ingin mempunyai situs dengan nama situs sesuai dengan keinginan mereka(selama nama situs belum dimiliki oleh orang lain).
Showing posts with label multilevel. Show all posts
Showing posts with label multilevel. Show all posts
Friday, February 19, 2010
Thursday, February 18, 2010
MLM (bagian 2) istilah-istilah dalam MLM
Setelah mengetahui sistem kerja dari MLM(multilevel marketing), kita perlu mengetahui istilah-istilah dalam MLM. Saya coba membahas beberapa istilah dalam MLM.
Upline, anggota yang terlebih dahulu menjadi anggota MLM, yang nantinya mempunyai beberapa downline. Upline dapat kita samakan sebagai orang tua dalam pohon keluarga, bertugas membantu downline dalam mengembangkan jaringan.
Downline merupakan anggota yang menjadi anggota MLM. Dapat kita analogikan sebagai anak dari upline. Karena di beberapa perusahaan MLM tertentu ada batasan dalam memiliki downline, maka penempatan posisi member baru dalam skema jaringan downline dapat ditempatkan sebagai cucu atau cicit dalam bagan keluarga.
Starter pack adalah sepaket barang yang diberikan sewaktu mendaftar menjadi anggota suatu perusahaan MLM.
Tutup point musti dilakukan seorang anggota perusahaan MLM sebagai syarat menerima bonus(jika ada) pada periode tertentu(pada umumnya tiap bulan). Jika anggota MLM tidak tutup poin maka secara otomatis bonusnya akan hangus/hilang(jika pada periode tertentu si anggota semestinya mendapat bonus).
Bonus adalah pendapatan seorang anggota MLM atas hasil kerjanya. Banyak hal yang dihargai oleh perusahaan MLM, namun apa saja hasil kerja yang diberikan oleh perusahaan MLM dan berapa besarannya tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan MLM.
Upline, anggota yang terlebih dahulu menjadi anggota MLM, yang nantinya mempunyai beberapa downline. Upline dapat kita samakan sebagai orang tua dalam pohon keluarga, bertugas membantu downline dalam mengembangkan jaringan.
Downline merupakan anggota yang menjadi anggota MLM. Dapat kita analogikan sebagai anak dari upline. Karena di beberapa perusahaan MLM tertentu ada batasan dalam memiliki downline, maka penempatan posisi member baru dalam skema jaringan downline dapat ditempatkan sebagai cucu atau cicit dalam bagan keluarga.
Starter pack adalah sepaket barang yang diberikan sewaktu mendaftar menjadi anggota suatu perusahaan MLM.
Tutup point musti dilakukan seorang anggota perusahaan MLM sebagai syarat menerima bonus(jika ada) pada periode tertentu(pada umumnya tiap bulan). Jika anggota MLM tidak tutup poin maka secara otomatis bonusnya akan hangus/hilang(jika pada periode tertentu si anggota semestinya mendapat bonus).
Bonus adalah pendapatan seorang anggota MLM atas hasil kerjanya. Banyak hal yang dihargai oleh perusahaan MLM, namun apa saja hasil kerja yang diberikan oleh perusahaan MLM dan berapa besarannya tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan MLM.
Labels:
Alternatif,
arti,
bonus,
closing,
downline,
ekonomi,
istilah,
join,
marketing,
multilevel,
Multilevel Marketing,
point,
starter pack,
tutup,
tutup point,
upline
Monday, February 8, 2010
Mulilevel Marketing (bagian 1) Apa itu multilevel marketing?
Multilevel marketing atau lebih kita kenal dengan MLM merupakan salah satu bentuk manajemen pemasaran yang ada. Sistem ini menggunakan konsumen sebagai bagian dari pendistribusian suatu barang dan sekaligus menjadikan konsumen sebagai bagian dari tenaga pemasaran dari perusahaan. Karena sistem marketing dan pendistribusian barangnya sedemikian rupa maka perusahaan telah mengurangi beban usahanya dalam pendistribusian dan marketingnya. Mereka membuat rantai distribusi lebih pendek, yaitu dari perusahaan langsung ke konsumen. Tidak seperti perusahaan konvesional yang rantai distribusinya panjang. Mulai dari perusahaan sebagai produsen, lalu distrbutor, agen, pengecer dan berakhir ditangan konsumen.
Lalu dengan skema distribusi yang semacam itu dan manajemen pemasaran yang berbeda apakah menjadikan harga barang yang dijual menjadi lebih murah? TIDAK.Karena sebetulnya yang dilakukan adalah mengalihkan alokasi dana yang semestinya dipergunakan dalam proses pendistribusian barang dan materi marketing(termasuk iklan ataupun tenaga kanvaser/kelilingan) ke dalam BONUS untuk para anggotanya. Dan tidak menutup kemungkinan harga barang lebih mahal jika dibandingkan dengan produk yang sama kualitasnya. Kita tidak mungkin mendapatkan barang dari suatu MLM dipasar bebas, karena itulah salah satu strategi penjualan dari MLM, kecuali MLM itu sudah tidak sehat,maka produknya sudah tersebar dipasar secara bebas, dan yang lebih parahnya lagi harga produk ditentukan oleh pasar.
Tulisan ini merupakan perkenalan tentang MLM. Nantikan tulisan berikutnya :).
Lalu dengan skema distribusi yang semacam itu dan manajemen pemasaran yang berbeda apakah menjadikan harga barang yang dijual menjadi lebih murah? TIDAK.Karena sebetulnya yang dilakukan adalah mengalihkan alokasi dana yang semestinya dipergunakan dalam proses pendistribusian barang dan materi marketing(termasuk iklan ataupun tenaga kanvaser/kelilingan) ke dalam BONUS untuk para anggotanya. Dan tidak menutup kemungkinan harga barang lebih mahal jika dibandingkan dengan produk yang sama kualitasnya. Kita tidak mungkin mendapatkan barang dari suatu MLM dipasar bebas, karena itulah salah satu strategi penjualan dari MLM, kecuali MLM itu sudah tidak sehat,maka produknya sudah tersebar dipasar secara bebas, dan yang lebih parahnya lagi harga produk ditentukan oleh pasar.
Tulisan ini merupakan perkenalan tentang MLM. Nantikan tulisan berikutnya :).
Subscribe to:
Posts (Atom)