Mungkin akan terbesit di benak pembaca, 'Apa orang ini sehat jasmani&rohani? Sudah putus harapankah yang menulis artikel ini? Atau jangan-jangan penulis akan mengikuti tren saat ini (bunuh diri di pusat perbelanjaan)?'
Sebenarnya saya hanya ingin berbagi, bahwa sebenarnya memang tidak ada keputusan/tindakan yang benar. Apapun yang anda putuskan/perbuat, anda hanya memilih pilihan yang paling baik dari sekian banyak pilihan. Sebaik apapun pilihan yang anda pilih, pasti ada sisi kesalahan/dicela oleh orang lain. Karena pandangan tiap orang berbeda berdasarkan banyak faktor,yaitu faktor ekonomi, pendidikan, lingkungan sosial, dan masih banyak lagi.
Seperti halnya hukum ekonomi, semua pilihan ada nilai positif dan negatifnya. Sebagai contoh, saat kita akan membeli baju. Pilihan pertama kita beli di departemen store, kelebihannya kualitas bahan dan proses produksinya bagus, kekurangannya dari segi harga yang relatif mahal. Pilihan kedua jika ingin membeli di pasar tradisional dengan kelebihan harga relatif murah namun terdapat kekurangan dari kualitas bahan dan proses produksinya. Sekarang giliran kita yang menentukan pilihan, berdasar kebutuhan dan keuangan kita tentukan pilihan kita,dan kita harus menerima segala kekurangan dan kelebihan dari pilihan yang kita tentukan.
Mungkin itulah gambaran mengapa keputusan/tindakan kita tidak pernah benar, pasti ada sisi negatifnya. Yang dapat kita lakukan hanya memilih keputusan yang terbaik supaya kita jangan menyesal nantinya. Setujukah anda dengan pendapat saya?
Catatan : Karena banyak komentar baik melalui facebook maupun di blogger yang mengasumsikan bahwa topik ini berkaitan dengan suatu barang, maka saya perjelas, bahwa topik ini dapat diaplikasikan di semua bidang. Anggaplah perjalanan hidup adalah persimpangan jalan, dimana setiap saat kita harus memilih/memutuskan suatu keputusan, maka yang dpat kita pilih adalah pilihan yang tebaik, dengan catatan selalu ada sisi negatif yang harus kita tanggung.
Showing posts with label benar. Show all posts
Showing posts with label benar. Show all posts
Monday, January 11, 2010
Sunday, March 1, 2009
Pembenaran Diri (pendukung)
Sudah menjadi sifat manusia untuk mencari pembenaran diri atas keputusan yang diambil maupun atas prinsip yang menjadi pegangan hidupnya. Hal ini bukan sesuatu yang aneh, dan sangat wajar adanya, karena manusia akan menjadi lebih lega jikalau ada orang yang mempunyai pendapat yang sama atas prinsip hidup atau kesamaan pandangan atas keputusan yang diambilnya. Saya yakin anda yang membaca ini, juga pernah mengalaminya.
Jika kita bertukar pendapat dengan teman ataupun orang lain atas keputusan yang telah kita ambil atau prinsip hidup kita, dan jika jawaban orang itu sama dengan pendapat kita, tentu kita mendapat ke-LEGA-an. Hendaknya anda jangan terlena dengan kesamaan pendapat ata pandangan dengan orang lain. Anda harus tetap berkaca, dan terus belajar untuk mengetahui apakah anda benar atau salah.
Namun apakah kelagaan itu yang kita cari? Jika pendapat orang itu berbeda dengan kita, tentu ke_KECEWA-an yang kita dapat. Menurut saya, sebenarnya orang tidak perlu tidak percaya diri (PD) atas perbedaan pandangan atau prinsip dengan orang lain. Karena orang diciptakan unik dan diberi akal budi. Unik, ya memang manusia diciptakan unik, dan ada kemungkinan perbedaan pandangan dan keyakinan, karena hal itulah sebenarnnya perbedaan padangan ataupun prinsip adalah wajar. Bagaimana jika prinsip saya salah? atau pandangan saya salah? Ya, mana ada orang yang tidak pernah salah, hal itu wajar, dan dapat dimaklumi, tapi alangkah baiknya jika anda berusaha untuk memperbaikinya. Namun saya juga mempunyai suatu masalah untuk merumuskan apa itu 'benar' dan apa itu 'salah'. Bukankah masing-masing individu akan memiliki jawaban yang berbeda untuk kasus yang sama, bukankah 'benar' dan 'salah' menjadi sesuatu yang kasusistis?
Jadi jika anda sudah mengambil keputusan(seperti tulisan saya yang berjuul'PILIHAN'), maka bertanggung jawablah akan keputusan anda, dan tanggung lah segala konsekuensinya(bisa juga diartikan 'Kompensasi' seperti tulisan saya sebelumnya, maaf setengah beriklan :) ). Jika sudah benar(menurut anda) maka lanjutkanlah, jika salah(menurut anda juga) maka beranilah untuk mengakui dan segera perbaiki.
Sulit???? Memang sulit, karena berani untuk mengakui itu sudah membutuhkan keberanian yang besar, kadang anda harus merendahkan harga diri anda, namun itu anda butuhkan jika ingin berkembang.
Apakah anda ingin berkembang? Berusahalah karena hidup ini penuh pembelajaran.
Jika kita bertukar pendapat dengan teman ataupun orang lain atas keputusan yang telah kita ambil atau prinsip hidup kita, dan jika jawaban orang itu sama dengan pendapat kita, tentu kita mendapat ke-LEGA-an. Hendaknya anda jangan terlena dengan kesamaan pendapat ata pandangan dengan orang lain. Anda harus tetap berkaca, dan terus belajar untuk mengetahui apakah anda benar atau salah.
Namun apakah kelagaan itu yang kita cari? Jika pendapat orang itu berbeda dengan kita, tentu ke_KECEWA-an yang kita dapat. Menurut saya, sebenarnya orang tidak perlu tidak percaya diri (PD) atas perbedaan pandangan atau prinsip dengan orang lain. Karena orang diciptakan unik dan diberi akal budi. Unik, ya memang manusia diciptakan unik, dan ada kemungkinan perbedaan pandangan dan keyakinan, karena hal itulah sebenarnnya perbedaan padangan ataupun prinsip adalah wajar. Bagaimana jika prinsip saya salah? atau pandangan saya salah? Ya, mana ada orang yang tidak pernah salah, hal itu wajar, dan dapat dimaklumi, tapi alangkah baiknya jika anda berusaha untuk memperbaikinya. Namun saya juga mempunyai suatu masalah untuk merumuskan apa itu 'benar' dan apa itu 'salah'. Bukankah masing-masing individu akan memiliki jawaban yang berbeda untuk kasus yang sama, bukankah 'benar' dan 'salah' menjadi sesuatu yang kasusistis?
Jadi jika anda sudah mengambil keputusan(seperti tulisan saya yang berjuul'PILIHAN'), maka bertanggung jawablah akan keputusan anda, dan tanggung lah segala konsekuensinya(bisa juga diartikan 'Kompensasi' seperti tulisan saya sebelumnya, maaf setengah beriklan :) ). Jika sudah benar(menurut anda) maka lanjutkanlah, jika salah(menurut anda juga) maka beranilah untuk mengakui dan segera perbaiki.
Sulit???? Memang sulit, karena berani untuk mengakui itu sudah membutuhkan keberanian yang besar, kadang anda harus merendahkan harga diri anda, namun itu anda butuhkan jika ingin berkembang.
Apakah anda ingin berkembang? Berusahalah karena hidup ini penuh pembelajaran.
Labels:
benar,
bumbu,
bumbu kehidupan,
diri,
dukung,
dukungan,
kehidupan,
pembenaran,
pembenaran diri
Subscribe to:
Posts (Atom)